Minggu, 28 November 2010

MAKIN CERAH DENGAN OLAHRAGA

Banyak ahli menganjurkan olahraga rutin sebagai salah satu cara untuk tetap tampil awet muda, termasuk memiliki kulit yang sehat dan segar. “Bukan rahasia lagi kalau olahraga mempunyai manfaat besar untuk seluruh tubuh. Namun sering tidak disadari bahwa kulit adalah organ terbesar dalam tubuh kita, dan karenanya manfaat olahraga akan terlihat nyata di kulit,” ujar Audrey Kunin, MD, seorang dokter kulit.

Apa saja dampak positif olahraga untuk kulit kita ?

Ø MENINGKATKAN SIRKULASI DARAH dan distribusi nutrisi ke sel-sel kulit, dan membantu membuang zat racun dari dalam tubuh, seperti asap rokok, polusi udara, bahkan senyawa kimia yang kerap ditemukan dalam produk kecantikan seperti hairspray, deodorant atau shower gel. Semakin baik sirkulasi darah kita, semakin efektif pembuangan zat racun dalam tubuh.

Ø MEMBANTU PRODUKSI KOLAGEN, semacam jaringan pendukung yang mengisi sel kulit. Dengan berolahraga secara rutin, sel kulit akan cukup mendapatkan oksigen dan nutrisi-nutrisi penting lainnya. Kondisi ini sangat ideal untuk produksi kolagen.

Ø MENGURANGI JERAWAT. Bila kulit Anda rentan jerawat, maka olahraga sangatlah dianjurkan. Mengapa? Olahraga membantu mengontrol produksi hormon-hormon yang berhubungan dengan hormon testosteron seperti DHEA dan DHT. Hormon ini juga dikenal sebagai pemicu tumbuhnya jerawat. “Ada banyak bukti langsung yang menunjukkan bahwa ketika Anda berolahraga maka level stres Anda akan berkurang. Artinya, kelenjar adrenal akan kurang aktif memproduksi hormon tipe ini,” ujar David Berman, MD, dokter kulit dan bedah kosmetik di Berman Skin Institute, Palo Alto, California.

Ø MENGURANGI SELULIT. Olahraga tertentu, menurut Kunin dapat membantu mengurangi selulit yang kerap bercokol di bokong, paha belakang dan lengan bagian atas wanita. Selulit terbentuk saat jaringan fibroblast di dalam kulit tertarik dan membentuk gumpalan di kantung lemak. Dengan gerakan pembentukan dan peregangan otot melalui latihan seperti Pilates atau latihan beban, proses tersebut bisa dibalik.
Berharap Pada ARV

Salah satu unsur penting yang membantu pasien HIV bertahan hidup adalah obat antiretrovial (ARV). Obat ini berfungsi meredam pertumbuhan virus HIV sehingga daya tahan pasien tidak kian menurun. Orang yang terinfeksi HIV harus meminum obat ARV setiap hari seumur hidupnya.



Sejak tahun 2004, Kimia Farma memproduksi ARV dengan berpedoman pada Cara Produksi Obat yang Benar (CPOB) serta persyaratan yang dikeluarkan WHO. Obat tersebut kemudian didistribusikan ke berbagai rumah sakit rujukan di Indonesia. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional mencatat ada 153 rumah sakit di 15 provinsi yang menyediakan layanan pengobatan ARV. Pasien HIV/AIDS bisa mendapatkan obat tersebut dengan gratis, karena biayanya telah ditanggung pemerintah.

Sayangnya, saat ini distribusi obat ARV di banyak rumah sakit sedang terganggu. Ketiadaan obat ARV di sejumlah rumah sakit ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan ODHA. Bila pasien pengguna ARV berhenti meminumnya, virus HIV bisa berkembang lebih cepat dan nanti akan kebal terhadap obatnya. Mereka berharap pemerintah segera menyediakan kembali obat ARV di berbagai rumah sakit, agar kelangsungan hidup mereka tidak terancam.


Lebih Sehat Berkat Teh

Tak bosan-bosannya para peneliti menganjurkan kita untuk minum teh. Mengapa demikian ?? Pasalnya dari tahun ke tahun banyak penelitian mengungkap manfaat baru yang didapat dari berbagai jenis tanaman teh. Teh hijau misalnya, tidak hanya mampu membantu mencegah kanker paru karena mengandung epigallocatechin gallate (EGCG), namun juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh.

Sedangkan teh hitam mengandung theanine, antioksidan yang mampu meningkatkan sistem imun tubuh.




Satu lagi jenis teh yang berkhasiat tinggi dalam melawan bakteri adalah teh putih, sebab daun dari teh putih kaya akan antioksidan catechin. Khasiat ini dapat pula Anda dapatkan dari Bear Brand Gold, susu steril rendah lemak yang mengandung vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, D dan E.


Kamis, 11 November 2010

Tugas Peng. Tek. Internet & New Media
Nama : Indri Hapsari
NPM : 56409406
Kelas : 2IA08



GAME TEKNOLOGI




Apa yang dimaksud dengan game teknologi?

Game Teknologi berasal dari dua suku kata yaitu ‘game’ dan ‘teknologi’.
Pengertian game itu sendiri yaitu sebuah sarana hiburan yang menggunakan perangkat elektronik atau sebuah bentuk dari multimedia interaktif. Sedangkan pengertian game teknologi adalah merupakan perangkat-perangkat atau sebuah teknologi yang digunakan untuk mendukung sebuah game agar game tersebut dapat diajalan atau digunakan sebagai sarana hiburan dan sarana pendidikan.

Jenis-jenis Game

1. Simulation Games

Game simulasi adalah jenis permainan yang paling sulit, baik algoritma pembuatannya maupun animasinya. Permainan jenis ini juga yang paling membuat pusing dibandingkan dengan permainan jenis lainnya. Algoritmanya sangat sulit sebab harus memperhitungkan semua kejadian dalam kondisi sebenarnya.

2. Education Games

Game edukasi biasa dibuat tidak hanya untuk memberikan hiburan saja tetapi juga dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan. Jadi, game edukatif adalah suatu kegiatan yang sangat menyenangkan dan dapat merupakan cara atau alat pendidikan yang bersifat mendidik., atau gama edukatif bisa juga dikatakan sebagai sebuah bentuk kegiatan mendidik yang dilakukan dengan menggunakan cara atau alat yang bersifat mendidik pula. Sehingga game edukatif bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, berpikir, serta bergaul dengan lingkungan.



3. Entertainment Games

Entertainment game adalah game yang dibuat hanya untuk memberikan hiburan saja kepada yang memainkannya.



PROSES PENGEMBANGAN GAME

Aplikasi Game Teknologi untuk Edukasi

Pada dasarnya manusia menyukai permainan dan memecahkan teka-teki. Dan dapat dikatakan bahwa hal ini merupakan kegiatan tradisional yang dilakukan manusia dalam menghabiskan waktu luang: bermain kartu, board game dan sebagainya. Dengan kondisi yang seperti ini, game teknologi bisa jadi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Sehingga sayang rasanya jika potensi game teknologi yang luar biasa ini tidak kita manfaatkan sebaik-baiknya, misalnya dengan mengembangkan game untuk edukasi.

Untuk bisa membangun suatu game teknologi untuk edukasi yang berhasil, maka ada baiknya jika kita juga mengenal genre-genre dalam game teknologi. Hal ini akan membantu dalam menentukan konten mana yang sesuai untuk tiap genre, sehingga materi edukasi yang ingin disampaikan dapat kena sasaran melalui pendekatan yang menyenangkan.

Austin dan Doust (2007: 142) membagi genre dalam game teknologi sekaligus penjabaran sifat-sifatnya sebagai berikut:

  1. Adventure games

melatih kemampuan pemain dalam memecahkan teka-teki dan menemukan artefak;

  1. Educational games

memanfaatkan game sebagai wahana pembelajaran, khususnya untuk anak-anak;

  1. Fighthing games

menekankan pada pertarungan satu lawan satu dan seni bela diri;

  1. Multiplayer online games

melibatkan banyak pemain untuk berinteraksi bersama-sama secara online;

  1. Platform games

mencakup permainan tradisional dua dimensi seperti berlari, meloncat dan berpindah dari satu level ke level lain untuk mengalahkan musuh dan mengumpulkan hadiah;

  1. Puzzle games

menantang pemain untuk memecahkan teka-teki berbasis logika dan mengeksplorasi labirin untuk mencari jalan keluar;

  1. Racing games

biasanya menempatkan pemain dalam kursi pengemudi kendaraan kencang paling mutakhir;

  1. Role playing games (RPG)

memberikan kesempatan pada pemain untuk berperan sebagai seorang petualang dengan peran khusus dalam sebuah dunia fantasi;

  1. Serious games

mengajarkan skenario dunia nyata dan biasa dimanfaatkan dalam permainan korporasi;

  1. Simulation games

bertujuan untuk mencipta ulang aktivitas dalam pendekatan yang serealistik mungkin;

  1. Sports games

mengemulasi permainan fisik dalam olah raga ke dalam ruang keluarga;

  1. Strategy games

terfokus pada perencanaan dan kemampuan manajerial; dan

  1. Traditional games

adalah game yang berbasis pada permainan-permainan papan (board games) dan kartu yang populer.

Hal yang paling penting saat perancangan sebuah game teknologi, khususnya untuk tujuan edukasi adalah kembali pada prinsip dasar kenapa orang ingin bermain game: mendapatkan unsur kesenangannya (fun factor). Sesuaikan materi dan gameplay game tadi dengan kemampuan rata-rata mereka yang nantinya akan memainkannya. Suatu produk game teknologi baru bisa dikatakan berhasil jika pemainnya mau memainkannya sampai habis dan mendapatkan satu pengalaman tersendiri yang bisa memancingnya untuk bermain lagi, lagi dan lagi. Hal ini dapat membuat materi edukasi yang ingin disampaikan dapat diterima secara baik oleh target sasarannya.