Rabu, 06 April 2011

Teknologi

Laptop Ramah Lingkungan



Rupanya isu lingkungan sudah masuk ke bidang teknologi loh, misalnya laptop.

Ya…, akhir-akhir ini sudah banyak laptop berbahan dasar kayu, bahkan bambu!

Produsen yang inovatif itu adalah Asus. Tampil dalam ukuran 12 dan 11 inchi, Asus menawarkan seri U6 dan S6 yang masing-masing berlapis bambu yang stylish.



ASUS SERI U6 dan S6











Bukan hanya itu, selain bambu laptop jenis ini juga menggunakan bahan plastik daur ulang yang pastinya bagus buat lingkungan. Tidak heran jika mereka mengklaim laptop ini murni ramah lingkungan, karena selain dua bahan alami tadi, laptop ini juga diproses tanpa semprotan cat dan tidak memakai bahan pelarut berbahaya. Asus jenis ini juga ternyata memasang indikator LED yang dapat berubah warna menjadi hijau dan merah. Harganya memang dapat dikategorikan mahal, sekitar Rp.15 juta. Tapi sepadan dengan manfaatnya yang juga ramah lingkungan loh .. :)



Sumber : Top Idol Indonesia


Kabar Dunia

Fakta Unik di Kutub Utara


Arktik sebagai Kutub Utara adalah bagian bumi yang terdingin, dimana sebagian besar wilayahnya tertutup es sepanjang tahun. Wisata kutub baik Utara dan Selatan dapat dilakukan lewat jalur laut dan udara, di tahun 70an ada 2 maskapai penerbangan yang melintasi kutub, yakni Qantas Airlines dan Air New Zealand.

Benua ini adalah yang terluas kelima setelah Eurasia, Afrika, Amerika Utara dan Amerika Selatan, tapi populasinya justru yang paling sedikit, kira-kira hanya 1500 orang saja. Benua ini adalah tempat terdingin di bumi, suhunya mencapai -85 hingga -900 C.





Benua yang ditemukan tahun 1820 ini adalah zona bebas, artinya belum ada yang mengakui sebagai pemilik atas benua tersebut. Sayangnya pemanasan global telah mencairkan banyak sekali gunung es, sehingga membuat beruang kutub dan penguin mulai kehilangan huniannya. Sayang sekali ya ….


Sumber : Top Idol Indonesia



Sekilas tentang E-COMMERCE ..


E-commerce atau bisa disebut perdagangan elektronik adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
E-commerce merupakan bagian dari E-business, dimana cakupan E-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan Dan lain-lain. Selain teknologi jaringan www, E-commerce juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non- komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk E-commerce ini.
E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website).
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan E-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:

1. Menyediakan harga kompetitif
2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dll.
7. Mempermudah kegiatan perdagangan.

Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan E-commerce adalah:

* E-mail dan Messaging
* Content Management Systems
* Dokumen, spreadsheet, database
* Akunting dan sistem keuangan
* Informasi pengiriman dan pemesanan
* Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
* Sistem pembayaran domestik dan internasional
* Newsgroup
* On-line Shopping
* Conferencing
* Online Banking

Diantara berbagai macam jenis aplikasi dari e-commerce diatas, salah satunya yang pernah saya alami salah satunya yaitu Online-Shopping. Online-Shopping adalah proses dimana konsumen langsung membeli barang atau jasa dari penjual secara real-time, tanpa perantara layanan, melalui Internet. Suatau Online-Shop biasanya menawarkan poduk-produknya melalui jejaring sosial yang akhir-akhir ini sedang marak pengguna seperti Facebook. Barang-barang yang ditawarkan sebuah Online-Shop sendiri sangat beragam macamnya, mulai dari tas, sepatu, baju, alat kosmetik, bahkan makanan sekalipun. Biasanya untuk melakukan suatu pemesanan, si pemesan diminta untuk mengirimkan kode barang yang ingin mereka pesan kemudian mengirimkannya by sms ke nomer si owner Online-Shop tersebut. Untuk pembayarannya sendiri dapat dilakukan by transfer atau pengiriman pembayaran melalui bank-bank yang telah ditentukan. Barang yang telah kita pesan ini nantinya akan dikirimkan, biasanya melalui jasa paket pengiriman barang.





Namun sudah selayaknya, sebelum kita melakukan transaksi dengan Online-Shop – Online-Shop yang ada, tidak ada salahnya kita berhati-hati untuk memastikan agar terhindar dari penipuan. Karena kurangnya kemampuan untuk memeriksa barang sebelum membeli, konsumen berada pada risiko yang lebih tinggi penipuan dibandingkan dengan membeli pada toko-toko yang langsung kita kunjungi seperti di mall.

Referensi : www.wikipedia.org


Tugas Pengantar Web
Nama : Indri Hapsari
NPM : 56409406
Kelas : 2IA08

Selasa, 01 Maret 2011

HISTORY OF THE WEB

Pendahuluan

Secara terminologi, website adalah kumpulan dari halaman-halaman situs, yang biasanya terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnya berada di dalam World Wide Web (WWW) di Internet. Sebuah halaman web adalah dokumen yang ditulis dalam format HTML (Hyper Text Markup Language), yang hampir selalu bisa diakses melalui HTTP, yaitu protokol yang menyampaikan informasi dari server website untuk ditampilkan kepada para pemakai melalui web browser. Semua publikasi dari website-website tersebut dapat membentuk sebuah jaringan informasi yang sangat besar.

Halaman-halaman dari website akan bisa diakses melalui sebuah URL yang biasa disebut Homepage. URL ini mengatur halaman-halaman situs untuk menjadi sebuah hirarki, meskipun, hyperlink-hyperlink yang ada di halaman tersebut mengatur para pembaca dan memberitahu mereka sususan keseluruhan dan bagaimana arus informasi ini berjalan.

Sejarah Web

Web sekarang ini berkembang dari ide dan konsep yang dicetuskan oleh Tim Berners-Lee, seorang peneliti pada CERN Particle Physics Lab di Jenewa, Swiss. Pada tahun 1989 Berners-Lee merumuskan suatu proposal tentang sebuah system hypertext yang memiliki tiga komponen sebagai berikut:

  1. Antarmuka yang konsisten untuk semua platform. Antarmuka ini harus menyediakan akses yang dapat digunakan oleh berbagai jenis komputer.
  2. Akses informasi yang universal. Setiap pengguna harus dapat mengakses setiap informasi yang tersedia.
  3. Antarmuka yang menyediakan akses terhadap berbagai jenis dokumen dan protokol.

Perkembangan selanjutnya dari konsep Berners-Lee ini melahirkan Mosaic, sebuah web browser grafis yang pertama. Web memiliki banyak kemungkinan hubungan antar dokumen tanpa awal dan akhir.

Web Science

Pada awalnya, yang mendorong lahirnya paradigma Web Science adalah berbagai riset yang komprehensif mempertanyakan bagaimana relasi Web dan relasi terhadap multi disiplin. Web Science adalah sebuah ilmu dari desentralisasi sistem informasi. Web Science membutuhkan pemahaman akan Web dan juga fokus pada pengembangan terhadap kebutuhan komunikasi dan representasi. Sangat disadari bahwa World Wide Web adalah teknologi yang berusia baru beberapa tahun, di sisi lain Web adalah bukan dunia yang statis tetapi super dinamis.

Secara ringkas Bernes-Lee mengatakan Web Science merupakan kajian sains dari Web. Ketika Web telah bergerak ke ranah ilmu, maka pertanyaan mendasar adalah bagaimana keilmuan ini melakukan metodologi. Bagaimana peneliti atau engineer melakukan pendekatan terhadap Web untuk pemahaman dan relasinya dengan domain sosial secara luas dan inovasi apa yang dapat dilakukan.

Setelah sebelumnya telah kita ketahui apa itu web, bagaimana sejarahnya , dan apa itu web science, pada bahasan selanjutnya yuk kita bahas mengenai DARPA, IP, TCP dan FTP. Penasaran kan ???? oke , yuk kita bahas satu per satu .

1. DARPA

DARPA (Defence Advanced Research Project Agency) adalah Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang membentuk internet pada tahun 1969 melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), dimana mereka mendemonstrasikan bagaimana hardware dan software komputer yang berbasis UNIX dapat berkomunikasi dalam jarak yang jauh. Dari riset ARPANET ini pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Dan pada tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat.

2. IP

Protokol IP (Internet Protocol) merupakan salah satu protokol kunci di dalam kumpulan protokol TCP/IP. Sebuah paket IP akan membawa data aktual yang dikirimkan melalui jaringan dari satu titik ke titik lainnya. Metode yang digunakannya adalah connectionless yang berarti ia tidak perlu membuat dan memelihara sebuah sesi koneksi. Selain itu, protokol ini juga tidak menjamin penyampaian data, tapi hal ini diserahkan kepada protokol pada lapisan yang lebih tinggi (lapisan transport dalam OSI Reference DARPA Reference Model), yakni protocol Transmission Control Protocol (TCP).

3. TCP

TCP (Transmission Control Protocol) adalah suatu protokoll yang berada di lapisan transpor yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable). TCP dispesifikasikan dalam RFC 793.

Data yang dikirimkan ke sebuah koneksi TCP akan diurutkan dengan sebuah nomor urut paket dan akan mengharapkan paket positive acknowledgment dari penerima. Jika tidak ada paket Acknowledgment dari penerima, maka segmen TCP (protocol data unit dalam protokol TCP) akan ditransmisikan ulang. Pada pihak penerima, segmen-segmen duplikat akan diabaikan dan segmen-segmen yang datang tidak sesuai dengan urutannya akan diletakkan di belakang untuk mengurutkan segmen-segmen TCP. Untuk menjamin integritas setiap segmen TCP, TCP mengimplementasikan penghitungan TCP Checksum.

4. FTP

FTP (File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan file komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork.

FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP. Sebuah Klien FTP merupakan aplikasi yang dapat mengeluarkan perintah-perintah FTP ke sebuah server FTP, sementara server FTP adalah sebuah Windows Service atau daemon yang berjalan di atas sebuah komputer yang merespons perintah-perintah dari sebuah klien FTP. Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus transfer antara biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP.

Sumber :

www.wikipedia.org

www.google.co.id

Nama : Indri Hapsari

NPM : 56409406



Minggu, 28 November 2010

Kesenjangan Digital : Kelangkaan, Ketidaksetaraan dan Konflik


Partisipasi dalam aktivitas cyber atau dunia maya berkisar dari individu kepada institusi dimana orang-orang mengorganisir diri mereka ke dalam kelompok-kelompok sipil untuk membela kepentingan tertentu. Sebagai sebuah institusi, masyarakat sipil telah banyak disebut sebagai 'suatu lingkup kehidupan publik di luar kendali negara' (Cola 2002: 25), 'benteng melawan negara' yang (Keane 2002: 17), atau 'infrastruktur yang diperlukan untuk penyebaran demokrasi dan pembangunan '(et al Anheir 2001: 3.). Internet telah menjadi sentral dalam proses keterlibatan masyarakat sipil di tingkat nasional dan global (lihat Bab 8).menarik contoh organisasi sipil yang berjuang untuk meminta pertanggungjawaban kepada warga menggunakan Internet meliputi, AS Jaringan Hak Asasi Manusia (USA), Dewan Muslim Inggris (Inggris), Australia Dewan Perempuan dan Perpolisian (Australia) dan Kubatana Civic Jaringan ( Zimbabwe). Pada tingkat global, masyarakat sipil juga telah menggunakan Internet untuk jaringan dan memobilisasi anggota terhadap keputusan-keputusan antar-negara tertentu yang menentukan kebijakan global yang mempengaruhi kehidupan masyarakat di tingkat nasional (lihat Nakal 2001; Aronson 2001). Sebagai contoh, organisasi seperti Amnesty International, Green Peace dan Forum Internasional tentang Globalisasi ekstensif menggunakan Internet sebagai bagian dari cyberactivism mereka dan keterlibatan masyarakat dalam isu-isu seperti hak asasi manusia, lingkungan dan praktek-praktek globalisasi yang tidak adil. The Battle for Seattle protes terhadap WTO pada tahun 1999 dan gerakan solidaritas anti perang cyber-Irak di pos-September 11 (9 / 11) adalah beberapa contoh menarik dari perlawanan sipil dimana Internet berperan lebih besar dalam memobilisasi orang untuk melawan negara dan keputusan antar-negara.

Kesenjangan demokratis juga dipengaruhi oleh pihak lain dan membagi seperti membaca vs buta huruf, perkotaan vs pedesaan, pria vs wanita dan muda vs tua. Mengenai keaksaraan, di sisi salah satu membagi ada aktivis cyber yang mungkin memiliki akses fisik ke komputer dan melek informasi untuk memecahkan kode pesan politik, sementara di sisi lain mungkin ada orang-orang yang baik memiliki akses tetapi tidak memiliki kemampuan atau mereka yang tidak keduanya. Kesenjangan demokratis karena itu kompleks karena tidak hanya berakhir dengan akses atau kurangnya, tetapi juga menekankan literasi media yang, menurut James Potter, bukan hanya tentang keterlibatan aktif dengan pesan media di tingkat kognitif dan afektif, tetapi juga melibatkan komputer literasi dan literasi visual khususnya sebagai media dan teks media terus berkumpul di Internet dengan cara yang permintaan pembaca dan kecanggihan user (Potter 2001: 4-14). media berita dan organisasi sipil masih dalam proses belajar bagaimana memanfaatkan potensi penuh dari Internet sebagai media multimodal. Digital advokasi sehingga dapat dilihat sebagai sebuah proses yang masih dalam transisi sebagai 'organisasi yang masih belajar bagaimana menggunakan potensi Web untuk melakukan lebih dari sekedar bertindak sebagai bentuk statis pamflet elektronik atau poster' individu dan (Norris 2001: 190 ). Selain itu, Roger Fiddler berpendapat bahwa, karena kurangnya kecanggihan oleh komputer pribadi pengguna '... masih digunakan oleh kebanyakan orang sebagai sedikit lebih dari mesin ketik elektronik 'dan bahwa' bahkan dengan software yang user-friendly baru dan penambahan mouse, komputer pribadi tetap jelas tidak bersahabat '(Fiddler 1994: 32).

Demikian pula, kecanggihan pengguna dapat bervariasi menurut kelas, usia ras,, dan membagi pedesaan dan perkotaan dan hal ini percabangan pada kesenjangan demokratis.

Kesimpulan

Internet memang memilik peranan yang cukup penting dalam kehidupan masyarakat khususnya pada era global saat ini .

Internet telah menjadi sentral dalam proses keterlibatan masyarakat sipil di tingkat nasional dan global.

Pada tingkat global, masyarakat sipil juga telah menggunakan Internet untuk jaringan dan memobilisasi anggota terhadap keputusan-keputusan antar-negara tertentu yang menentukan kebijakan global yang mempengaruhi kehidupan masyarakat di tingkat nasional.

Kesenjangan demokratis dipengaruhi karena pada salah satu sisi yang memungkin untuk memiliki akses ke komputer dan dapat dengan mudah memperoleh informasi , sementara di sisi lain mungkin ada orang-orang yang baik memiliki akses tetapi tidak memiliki kemampuan atau mereka yang tidak keduanya.

Kesenjangan demokratis sangatlah kompleks karena tidak hanya berakhir dengan akses atau kurangnya, tetapi juga menekankan literasi media yang, menurut James Potter, bukan hanya tentang keterlibatan aktif dengan pesan media di tingkat kognitif dan afektif, tetapi juga melibatkan komputer literasi dan literasi visual khususnya sebagai media. Demikian pula, kecanggihan pengguna dapat bervariasi menurut kelas, usia ras dan membagi pedesaan dan perkotaan dan hal ini percabangan pada kesenjangan demokratis.

Recomendasi Bacaan

Castells, Manuel (1999) The Information Age: Economy, Society and Culture. London:

Blackwell Publishers.

Hassan, Robert (2004) Media, Politics and the Network Society. Milton Keynes: Open

University Press.

Norris, Pippa (2001) Digital Divide: Civic Engagement, Information Poverty, and the

Internet Worldwide. Cambridge, USA: Cambridge University Press.

Servon, Lisa (2002) Redefining the Digital Divide: Technology, Community and Public

Policy. Malden, MA: Blackwell Publishers.

Wyatt, Sally et al. (eds) (2000) Technology and In/Equality: Questioning the Information

Society. London: Routledge.

Kesenjangan Digital : Kelangkaan, Ketidaksetaraan dan Konflik


Partisipasi dalam aktivitas cyber atau dunia maya berkisar dari individu kepada institusi dimana orang-orang mengorganisir diri mereka ke dalam kelompok-kelompok sipil untuk membela kepentingan tertentu. Sebagai sebuah institusi, masyarakat sipil telah banyak disebut sebagai 'suatu lingkup kehidupan publik di luar kendali negara' (Cola 2002: 25), 'benteng melawan negara' yang (Keane 2002: 17), atau 'infrastruktur yang diperlukan untuk penyebaran demokrasi dan pembangunan '(et al Anheir 2001: 3.). Internet telah menjadi sentral dalam proses keterlibatan masyarakat sipil di tingkat nasional dan global (lihat Bab 8).menarik contoh organisasi sipil yang berjuang untuk meminta pertanggungjawaban kepada warga menggunakan Internet meliputi, AS Jaringan Hak Asasi Manusia (USA), Dewan Muslim Inggris (Inggris), Australia Dewan Perempuan dan Perpolisian (Australia) dan Kubatana Civic Jaringan ( Zimbabwe). Pada tingkat global, masyarakat sipil juga telah menggunakan Internet untuk jaringan dan memobilisasi anggota terhadap keputusan-keputusan antar-negara tertentu yang menentukan kebijakan global yang mempengaruhi kehidupan masyarakat di tingkat nasional (lihat Nakal 2001; Aronson 2001). Sebagai contoh, organisasi seperti Amnesty International, Green Peace dan Forum Internasional tentang Globalisasi ekstensif menggunakan Internet sebagai bagian dari cyberactivism mereka dan keterlibatan masyarakat dalam isu-isu seperti hak asasi manusia, lingkungan dan praktek-praktek globalisasi yang tidak adil. The Battle for Seattle protes terhadap WTO pada tahun 1999 dan gerakan solidaritas anti perang cyber-Irak di pos-September 11 (9 / 11) adalah beberapa contoh menarik dari perlawanan sipil dimana Internet berperan lebih besar dalam memobilisasi orang untuk melawan negara dan keputusan antar-negara.

Kesenjangan demokratis juga dipengaruhi oleh pihak lain dan membagi seperti membaca vs buta huruf, perkotaan vs pedesaan, pria vs wanita dan muda vs tua. Mengenai keaksaraan, di sisi salah satu membagi ada aktivis cyber yang mungkin memiliki akses fisik ke komputer dan melek informasi untuk memecahkan kode pesan politik, sementara di sisi lain mungkin ada orang-orang yang baik memiliki akses tetapi tidak memiliki kemampuan atau mereka yang tidak keduanya. Kesenjangan demokratis karena itu kompleks karena tidak hanya berakhir dengan akses atau kurangnya, tetapi juga menekankan literasi media yang, menurut James Potter, bukan hanya tentang keterlibatan aktif dengan pesan media di tingkat kognitif dan afektif, tetapi juga melibatkan komputer literasi dan literasi visual khususnya sebagai media dan teks media terus berkumpul di Internet dengan cara yang permintaan pembaca dan kecanggihan user (Potter 2001: 4-14). media berita dan organisasi sipil masih dalam proses belajar bagaimana memanfaatkan potensi penuh dari Internet sebagai media multimodal. Digital advokasi sehingga dapat dilihat sebagai sebuah proses yang masih dalam transisi sebagai 'organisasi yang masih belajar bagaimana menggunakan potensi Web untuk melakukan lebih dari sekedar bertindak sebagai bentuk statis pamflet elektronik atau poster' individu dan (Norris 2001: 190 ). Selain itu, Roger Fiddler berpendapat bahwa, karena kurangnya kecanggihan oleh komputer pribadi pengguna '... masih digunakan oleh kebanyakan orang sebagai sedikit lebih dari mesin ketik elektronik 'dan bahwa' bahkan dengan software yang user-friendly baru dan penambahan mouse, komputer pribadi tetap jelas tidak bersahabat '(Fiddler 1994: 32).

Demikian pula, kecanggihan pengguna dapat bervariasi menurut kelas, usia ras,, dan membagi pedesaan dan perkotaan dan hal ini percabangan pada kesenjangan demokratis.

Kesimpulan

TIK baru dan internet tampaknya memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dengan menyediakan sejumlah besar informasi yang membantu warga untuk membuat pilihan informasi tidak hanya dalam politik dan bisnis, tetapi juga di tantangan sederhana yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari mereka seperti sebagai belanja atau memilih sekolah atau universitas terbaik untuk anak-anak mereka. Membagi berbagai digital dibahas dalam bab ini melambangkan masalah serius kemiskinan informasi yang mempengaruhi milyaran orang di usia masyarakat informasi yang disebut mana, karena banyak negara instrumen internasional hak asasi manusia, informasi yang seharusnya menjadi hak asasi manusia (lihat Pasal 19, Deklarasi PBB (1948), Pasal 19, Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (1966), Pasal 9, Piagam Afrika (1981)). Hal ini sebagiankarena wacana masyarakat informasi adalah pasar – driven dan juga tertanam dalam proses globalisasi neo-liberal yangmengutamakan kepentingan kekuatan perusahaan global selama mereka miliaran orang miskin tanpa akses ke Internet (lihat Preston 2001).

Sementara informasi dan komunikasi secara hukum dianggap sebagai hak asasi manusia, industri komunikasi besar tidak tertarik untuk berinvestasi di negara-negara miskin dan masyarakat karena mereka tidak membuat keuntungan karena kelompok-kelompok marjinal cenderung memprioritaskan kebutuhan sosial lainnya, bukan informasi.

Namun, menurut mantan Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan, perjuangan untuk makanan, tempat tinggal dan pakaian ini tidak berarti terpisah dari informasi. Pada tahun 1999 ia menyatakan bahwa, 'Orang-orang tidak banyak hal: pekerjaan, tempat tinggal, dan makanan, perawatan kesehatan dan air minum. Hari ini, yang terputus dari layanan telekomunikasi dasar adalah kesulitan hampir sama akut seperti ini memang kekurangan lain dan dapat mengurangi kemungkinan menemukan solusi untuk mereka "(Annan 1999: 6). Masalah kesenjangan digital tidak boleh diserahkan kepada kekuatan pasar saja jika masuknya atau partisipasi masyarakat yang terpinggirkan dalam masyarakat informasi dan proses globalisasi yang akan direalisasikan. Solusi untuk masalah akses, infrastruktur, konten, melek teknologi dan berbagai bentuk diskriminasi harus mengambil pendekatan multi-stakeholder dalam hal kerajinan respon kebijakan dan pelaksanaan strategi yang disepakati. Jika tidak, bisa dikatakan bahwa dalam ekonomi lemah dan sakit, potensi penuh dari internet mungkin tidak pernah terwujud karena cenderung '...dapat terhubung yang terhubung lebih dari perifer '(Norris 2001: 95).

Recomendasi Bacaan

Castells, Manuel (1999) The Information Age: Economy, Society and Culture. London:

Blackwell Publishers.

Hassan, Robert (2004) Media, Politics and the Network Society. Milton Keynes: Open

University Press.

Norris, Pippa (2001) Digital Divide: Civic Engagement, Information Poverty, and the

Internet Worldwide. Cambridge, USA: Cambridge University Press.

Servon, Lisa (2002) Redefining the Digital Divide: Technology, Community and Public

Policy. Malden, MA: Blackwell Publishers.

Wyatt, Sally et al. (eds) (2000) Technology and In/Equality: Questioning the Information

Society. London: Routledge.
5 SITUS TERPOPULER DI DUNIA


Google AdPlaner memberikan data bahwa Facebook masih menjadi situs paling populer di dunia. Menurut data yang dikeluarkan per September 2010 situs jejaring sosial ini dikunjungi 600 juta pengguna (unique visitor). Dalam bulan yang sama juga raksasa internet dari Mountain View itu mencatat 620 milyar halaman Facebook dibuka. Mantab...
Menyusul di runer up adalah situs Video Youtube, yang mencatat pengunjung sekitar 490 juta pada bulan September 2010 dengan 76 milyar halaman dibuka (page views). Berikut 5 situs terpopuler di dunia berdasarkan data dari Google AdPlaner per September 2010 :

1. Facebook
Kategori Jejaring Sosial dengan jumlah pengunjung 600 juta

2. Youtube
Katergori Video Online dengan jumlah pengunjung 490 juta

3. Yahoo.com
Kategori Portal Web dengan jumlah pengunjung 450 juta

4. Live.com
Kategori Mesin Pencari dengan jumlah pengunjung 370 juta

5. Wikipedia.org
Kategori Ensiklopedia dan Kamus dengan jumlah pengunjung 300 juta

SUMBER : http://isidunia.blogspot.com